Edwin Lewis
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Risiko Hipertensi Pada Jemaah Haji Embarkasi Haji Antara Jambi Tahun 2025 Edwin Lewis
SCIENTIA JOURNAL Vol. 14 No. 1 (2025): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

berdampak serius, terutama pada jemaah haji yang menghadapi aktivitas fisik berat, suhu ekstrem, dan kepadatan massa. Kondisi ini dapat memperburuk hipertensi serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Identifikasi faktor risiko menjadi penting untuk intervensi preventif, khususnya bagi jemaah haji asal Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi pada Jemaah Haji Embarkasi Haji Antara Jambi tahun 2025. Desain penelitian studi kuantitatif potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) tahun 2025. Populasi adalah seluruh jemaah yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap ketiga dengan sampel 2.936 orang. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta perhitungan Relative Risk (RR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 39,6%. Faktor yang berhubungan signifikan adalah usia ≥60 tahun (p=0,000; RR=8,75), riwayat keluarga (p=0,000; RR=2,14), obesitas (p=0,000; RR=1,72), dan diabetes melitus (p=0,000; RR=2,79). Usia ≥60 tahun dan diabetes melitus merupakan prediktor dominan. Usia ≥60 tahun dan diabetes melitus menjadi faktor utama hipertensi. Diperlukan skrining menyeluruh, pembinaan kesehatan, serta pengendalian penyakit tidak menular untuk menjamin kelancaran ibadah haji.   Kata kunci: Hipertensi, Faktor Risiko, Jemaah Haji, Usia, Obesitas, Diabetes Melitus, Embarkasi Haji Antara Jambi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKITMITRA JAMBI Zaimah Hilal; Edwin Lewis
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang ditandai dengan rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada perut bagian atas, seperti perasaan cepat kenyang, kembung, mulas, bersendawa, mual, muntah, atau nyeri perut. Beberapa faktor yang berperan dalam timbulnya dispepsia antara lain pola makan dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian dispepsia pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Mitra tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 20 responden pasien dispepsia. Analisis data dilakukan secara univariat dengan deskriptif frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p value = 0,013) serta antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p value = 0,002). Hal ini berarti pola makan dan stres memiliki pengaruh yang nyata terhadap timbulnya dispepsia pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Mitra tahun 2025. Kesimpulannya, pola makan yang teratur serta pengelolaan stres yang baik merupakan upaya penting dalam pencegahan dan penanganan dispepsia.
Pengaruh Edukasi Etika Batuk pada Pasien Terhadap Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja  Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2024 Meki Karolina; Edwin Lewis; Ezra Jhon Pieter Limbong; Roni Linson Girsang
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis, yang dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Tahapan pencapaian target pasien Tuberkulosis tahun 2020 dalam penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 30% dan target pencapaian penurunan angka kematian karena TBC sebesar 40%. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis tergantung pada pengetahuan pasien dan dukungan dari keluarga serta informasi yang telah didapatkan oleh penderita tentang upaya pencegahan penularan Tuberkulosis. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi etika batuk pada pasien terhadap pengetahuan tentang upaya pencegahan penularan penyakit tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen dengan one grup pre-post test. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 24 Februari tahun 2024. Populasi penelitian sebanyak 38 orang pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 38 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan adanya edukasi etika batuk terhadap pengetahuan responden tentang pencegahan penularan tuberculosis dengan p value 0,001. Diharapkan petugas kesehatan dilakukannya pendidikan kesehatan mengenai pencegahan penularan tuberculosis, menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar responden dapat memahami dengan baik dan juga dengan cara memberikan leaflet, brosur, dan kegiatan promotif lainnya seperti melakukan diskusi bersama responden.
Gambaran Pasien Abortus Imminens di RS X Kota Jambi Periode 2025 Ezra Jhon Pieter Limbong; Pela Meyadsa; Edwin Lewis; Nofrial
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 2 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus imminens adalah proses awal dari suatu keguguran, yang ditandai dengan perdarahan per vaginam, sementara ostium uteri eksternum masih tertutup dan janin masih baik intrauterin. faktor resiko yang dapat menyebabkan abortus adalah usia, kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, kelainan plasenta, penyakit ibu, dan kelainan traktus genitalis. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran pasien abortus imminens di RS X periode 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rekam medik yang diperoleh dari RS X. Desain penelitian berupa cross sectional. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif yaitu crosstab. Data disajikan dalam bentuk tabular dan tekstular. Data rekam medik yang diperoleh sebanyak 111 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi abortus imminens pada usia 20-35 tahun (78.4%). Mayoritas pekerjaan pasien abortus imminens adalah ibu rumah tangga (94.4%), sebagian besar pasien (54.1%) rutin melakukan antenatal care, mayoritas pasien abortus imminens terjadi pada ibu multipara (67.6%), 77.5% pasien tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya, 96.4% pasien tidak memiliki komorbid.