Ezra Jhon Pieter Limbong
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN 2025 Ezra Jhon Pieter Limbong; Sabar Hutabarat; Roni Linson Girsang
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang lebih banyak dialami oleh lanjut usia (lansia) dan dapat menimbulkan gangguan psikologis, salah satunya adalah kecemasan (ansietas). Upaya nonfarmakologis seperti Teknik Relaksasi Hipnoterapi Lima Jari dapat digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan pre-post test with control group. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22–29 Agustus 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di wilayah kerja tersebut yang berjumlah 401 orang. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok: 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dengan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan adanya pengaruh terhadap tingkat kecemasan. Dapat disimpulkan bahwa terapi hipnosis lima jari berpengaruh dalam menurunkan kecemasan lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan terapi ini sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi.
Pengaruh Edukasi Etika Batuk pada Pasien Terhadap Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja  Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2024 Meki Karolina; Edwin Lewis; Ezra Jhon Pieter Limbong; Roni Linson Girsang
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis, yang dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Tahapan pencapaian target pasien Tuberkulosis tahun 2020 dalam penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 30% dan target pencapaian penurunan angka kematian karena TBC sebesar 40%. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis tergantung pada pengetahuan pasien dan dukungan dari keluarga serta informasi yang telah didapatkan oleh penderita tentang upaya pencegahan penularan Tuberkulosis. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi etika batuk pada pasien terhadap pengetahuan tentang upaya pencegahan penularan penyakit tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen dengan one grup pre-post test. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 24 Februari tahun 2024. Populasi penelitian sebanyak 38 orang pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 38 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan adanya edukasi etika batuk terhadap pengetahuan responden tentang pencegahan penularan tuberculosis dengan p value 0,001. Diharapkan petugas kesehatan dilakukannya pendidikan kesehatan mengenai pencegahan penularan tuberculosis, menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar responden dapat memahami dengan baik dan juga dengan cara memberikan leaflet, brosur, dan kegiatan promotif lainnya seperti melakukan diskusi bersama responden.