Penggunaan oli bekas oleh petani untuk mengusir hama tikus berisiko mencemari tanah sawah dengan logam berat timbal (Pb) yang bersifat toksik dan persisten. Penelitian ini menerapkan teknik bioremediasi melalui composting limbah jerami padi sebagai solusi pemulihan lahan. Analisis awal tanah sawah di Desa Gombongsari, Karawang, menunjukkan kondisi asam (pH 5) dan kadar Pb sebesar 24,37 mg/kg, melebihi ambang batas SNI 3787:2009 (7,0 mg/kg). Proses pengomposan dilakukan selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi pH menuju netral, suhu kematangan 28–30°C, kelembaban optimum (50–60%), dan peningkatan rasio C/N hingga rentang 12,34–90,19. Penurunan kadar Pb yang signifikan tercatat pada semua reaktor. Kadar Pb terendah ditemukan pada kontrol jerami (9,2 ppm) dan Variasi B campuran (15,83 ppm), sedangkan kontrol tanah tetap tinggi (22,07 ppm). Dapat disimpulkan bahwa bioremediasi berbasis composting jerami padi efektif menurunkan kontaminasi logam Pb pada tanah sawah secara signifikan.
Copyrights © 2026