Gangguan depresi sering kali disertai penurunan fungsi sosial yang berdampak pada kemampuan individu dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses adaptasi sosial pasien dengan gangguan depresi selama menjalani rawat inap di rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu pasien depresi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi rekam medis. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial berlangsung secara bertahap, dimulai dari keterkejutan terhadap lingkungan dan aturan bangsal, munculnya perasaan kesepian, hingga kemampuan membangun hubungan sosial dengan pasien lain. Dukungan sosial dari keluarga, teman sebangsal, dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan adaptasi. Selain itu, motivasi untuk sembuh, penerimaan terhadap kondisi diri, serta keterlibatan dalam kegiatan rehabilitasi turut memperkuat proses penyesuaian diri. Meskipun terdapat hambatan berupa kecemasan dan konflik interpersonal, subjek tetap mampu mempertahankan hubungan sosial yang positif dan memperoleh penerimaan dari lingkungan bangsal. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi sosial pasien depresi merupakan proses yang dinamis dan dipengaruhi oleh faktor personal maupun lingkungan.
Copyrights © 2026