Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola interaksi sosial remaja dan memunculkan berbagai perilaku, seperti phubbing dan fear of missing out (FoMO), yang diduga memengaruhi digital wellness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara phubbing dengan fear of missing out (FoMO), hubungan antara phubbing dengan digital wellness, serta hubungan phubbing dan fear of missing out (FoMO) secara bersama-sama dengan digital wellness pada siswa SMA Negeri 1 Ciawigebang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa SMA Negeri 1 Ciawigebang dan dianalisis menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara phubbing dan fear of missing out (FoMO), yang berarti semakin tinggi perilaku phubbing maka semakin tinggi pula tingkat FoMO siswa. Selain itu, ditemukan hubungan negatif antara phubbing dan digital wellness, sehingga peningkatan perilaku phubbing cenderung diikuti oleh penurunan digital wellness. Secara simultan, phubbing dan fear of missing out (FoMO) memiliki hubungan yang signifikan dengan digital wellness siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku phubbing dan tingkat FoMO yang tinggi berpotensi menurunkan kesejahteraan digital siswa, sehingga diperlukan upaya pengendalian diri dan penggunaan teknologi yang seimbang untuk meningkatkan digital wellness.
Copyrights © 2026