Studi di Sekolah Dasar di Desa Kendalrejo ini mengulas tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Peneliti menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi minat belajar siswa, mulai dari kualitas pengajar, metode pembelajaran, ketersediaan sarana prasarana, hingga dorongan dari lingkungan serta keluarga. Melalui observasi lapangan dan wawancara bersama guru PJOK serta murid kelas IV dan V, terungkap bahwa antusiasme belajar siswa masih tergolong rendah. Meski ragam aktivitas fisik sudah diterapkan, kendala utama justru bersumber dari minimnya pemahaman materi, tingkat kedisiplinan kelas yang belum optimal, serta keterbatasan fasilitas olahraga pendukung. Di sisi lain, transisi ke Kurikulum Merdeka Belajar yang baru diimplementasikan dinilai cukup efektif oleh para pendidik, kendati tantangan dalam menjaga motivasi siswa dan pengelolaan kelas masih membayang. Pada akhirnya, riset ini menegaskan bahwa kombinasi antara model pembelajaran yang tepat dan dukungan fasilitas yang memadai menjadi kunci utama untuk mendongkrak minat serta partisipasi siswa. Temuan ini diharapkan mampu menjadi referensi berharga bagi para pendidik dan peneliti dalam merancang strategi pembelajaran PJOK yang lebih interaktif dan efektif.
Copyrights © 2025