Variable Research Journal
Vol. 3 No. 03 (2026): JULI 2026

DINAMIKA TRADISI BERGURU MENGAJI DI TENGAH FENOMENA PUTUS MENGAJI PADA REMAJA MASYARAKAT LEMBAK BENGKULU

Nelly Marhayati (Unknown)
Lailatul Badriyah (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Novia Ayu Lestari (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Sinta Safitri (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Mhd Akhyar Harahap (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Nadia Asmanti Putri (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Aisyah Primadanti (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Frizcha (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Muhammad Abdul Yunus (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Muhammad Andra Utama (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Annida Nadia Alfauziah (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Widia Bella Pisra (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika tradisi berguru ngaji pada masyarakat Lembak di Kota Bengkulu, dengan fokus pada keberlanjutan pendidikan keagamaan berbasis komunitas dan fenomena putus mengaji pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap remaja aktif, remaja yang telah berhenti, serta guru mengaji. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, pengkodean, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berguru ngaji masih bertahan sebagai sistem pendidikan keagamaan berbasis relasi personal guru–murid yang dibangun atas dasar keikhlasan, penghormatan, dan kedekatan emosional. Aktivitas mengaji juga berfungsi sebagai ruang sosial yang memperkuat interaksi dan solidaritas teman sebaya. Namun, ditemukan fenomena putus mengaji yang dipengaruhi oleh melemahnya ikatan kelompok sebaya serta meningkatnya kompetisi aktivitas remaja, terutama tuntutan pendidikan formal dan kegiatan lain. Secara teoretis, analisis menggunakan perspektif Pierre Bourdieu melalui konsep field, habitus, serta modal sosial dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan tradisi sangat ditentukan oleh kekuatan modal sosial, khususnya jaringan teman sebaya. Pelemahan modal sosial berdampak pada menurunnya habitus keagamaan dan partisipasi remaja dalam tradisi berguru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putus mengaji bukan disebabkan oleh penolakan nilai agama, melainkan oleh perubahan struktur sosial dan dinamika aktivitas remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan jejaring sosial dalam pendidikan keagamaan berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan reproduksi nilai budaya lokal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

VRJ

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Health Professions Industrial & Manufacturing Engineering Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Social Sciences

Description

This journal is dedicated to exploring and disseminating the results of various creative and innovative thoughts based on scientific research and thought processes. This journal focuses on: Humanities: Arts, History, Languages, Literature, Music, Philosophy, Religion, Theatre, etc. Social Sciences: ...