Anemia defisiensi zat besi masih menjadi masalah gizi yang dipengaruhi oleh rendahnya konsumsi pangan sumber zat besi. Salah satu upaya meningkatkan kandungan zat besi pada pangan adalah penambahan puree bayam batik (Amaranthus tricolor L.) pada cilok. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan puree bayam batik terhadap organoleptik dan kandungan zat besi cilok. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%) serta tiga kali ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis tidak terlatih, sedangkan kadar zat besi dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon, sedangkan kadar zat besi menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan puree bayam batik berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, kekenyalan, dan kadar zat besi, tetapi tidak berpengaruh terhadap aroma. Perlakuan P1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis.
Copyrights © 2026