Akses pelayanan kesehatan di wilayah perdesaan masih menghadapi hambatan geografis, transportasi, dan keterbatasan fasilitas rujukan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan dan aksesibilitasĀ pelayanan kesehatan di Desa Lambuluo, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang pada 67 kepala keluarga yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, diolah dan dianalisis secara univariat menggunakan aplikasi SPSS. Data disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,0% responden pernah memanfaatkan fasilitas kesehatan. Puskesmas merupakan fasilitas yang paling sering digunakan (64,2%) dan paling banyak dinilai mudah diakses (89,6%). Sebaliknya, rumah sakit paling banyak dinilai sulit diakses (44,8%). Sebagian besar responden mengunjungi fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kesehatan pribadi (70,1%), sedangkan perilaku perawat menjadi aspek pelayanan yang paling memuaskan (49,3%). Akan kepuasan layanan waktu tunggu masih rendah. Disimpulkan bahwa akses pelayanan primer cukup baik, tetapi konektivitas menuju pelayanan rujukan, dan pengelolaan waktu tunggu masih perlu diperkuat.
Copyrights © 2026