Pengujian mesin AC (Air Conditioning) hibrida (pemanfaatan sisi pendinginan dan sisi pemanasan sekaligus) pada pengoperasian standby mode (tradisional AC) dengan kondisi tanpa beban pendinginan dan dengan beban pendinginan 1000 Watt telah dilakukan pada penelitian ini. Kinerja AC hibrida pada kondisi tanpa beban dibanding kondisi dengan beban 1000W adalah rata-rata COP (Coefficient of Performance) sekitar 2,460 berbanding 2,452, PF (Performance Factor) sekitar 3,42 berbanding 3.41 dan TP (Total Performance) sekitar 5,88 berbanding 5,86. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan beban pendinginan 1000 Watt mampu memberikan temperatur ruang pendingin rata-rata sebesar 28,3 °C, temperatur ruang pemanas 44,9 °C, kerja kompresor 0,5825 kW sedangkan pada kondisi tanpa beban pendinginan, temperatur ruang pendingin rata-rata sebesar 22,5 °C, temperatur ruang pemanas 38,8 °C, kerja kompresor 0,5449 kW. Hasil pengujian mesin AC hibrida dengan refrigeran HCR-22 menunjukkan bahwa kondisi tanpa beban pendinginan memiliki performansi tidak jauh berbeda dibanding dengan beban pendinginan 1000W. Hal ini menunjukkan temperatur ruang pendingin dengan beban pendinginan 1000 Watt menjadikan temperatur ruang pendingin dalam kondisi jauh dari rasa nyaman bagi penggunanya, sehingga beban pendinginnya harus dikurangi atau kapasitas pendinginannya dinaikkan
Copyrights © 2020