Lansia dengan hipertensi harus mengonsumsi obat sesuai resep untuk menghindari konsekuensi yang serius. Salah satu aspek internal yang secara signifikan memengaruhi perilaku kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang adalah pengetahuan. Tujuan utama penelitian ini adalah menilai dan memetakan tingkat pengetahuan peserta dan kepatuhan pengobatan antihipertensi saling berhubungan di kalangan lansia di Desa Siwaluabanua II, wilayah operasional Puskesmas UPTD di Kabupaten Gunungsitoli Idanoi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain korelasi. Tiga puluh responden lansia dengan hipertensi menjadi sampel penelitian. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data satu variabel dan dua variabel. Mayoritas responden adalah perempuan (63.3%), telah menyelesaikan sekolah dasar (40%), dan telah menderita hipertensi selama lebih dari lima tahun (56.7%). Tingkat pengetahuan yang memadai (50%) dan kepatuhan dalam kategori tidak patuh (63.3%) terungkap dari hasil analisis univariat. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Chi-Square, yang menunjukkan nilai p sebesar 0.004 (p < 0.05). Kepatuhan pengobatan pada lansia berkorelasi signifikan dengan tingkat pengetahuan. Penghentian pengobatan sendiri ketika merasa sehat dan kelupaan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan yang buruk. Diharapkan bahwa pusat kesehatan masyarakat akan meningkatkan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan lansia terhadap pengobatan.
Copyrights © 2026