Dwika Martina Nainggolan
PUI-PT PALLIATIVE CARE, Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Siwalubanua II Desti Ratna Nasrani Gea; Elvin Agrisnawati Sarumaha; Elektra Cipta Harefa; Dian Herawati Hulu; Dwika Martina Nainggolan; Karmila Br Kaban
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.306

Abstract

Lansia dengan hipertensi harus mengonsumsi obat sesuai resep untuk menghindari konsekuensi yang serius. Salah satu aspek internal yang secara signifikan memengaruhi perilaku kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang adalah pengetahuan. Tujuan utama penelitian ini adalah menilai dan memetakan tingkat pengetahuan peserta dan kepatuhan pengobatan antihipertensi saling berhubungan di kalangan lansia di Desa Siwaluabanua II, wilayah operasional Puskesmas UPTD di Kabupaten Gunungsitoli Idanoi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain korelasi. Tiga puluh responden lansia dengan hipertensi menjadi sampel penelitian. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data satu variabel dan dua variabel. Mayoritas responden adalah perempuan (63.3%), telah menyelesaikan sekolah dasar (40%), dan telah menderita hipertensi selama lebih dari lima tahun (56.7%). Tingkat pengetahuan yang memadai (50%) dan kepatuhan dalam kategori tidak patuh (63.3%) terungkap dari hasil analisis univariat. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Chi-Square, yang menunjukkan nilai p sebesar 0.004 (p < 0.05). Kepatuhan pengobatan pada lansia berkorelasi signifikan dengan tingkat pengetahuan. Penghentian pengobatan sendiri ketika merasa sehat dan kelupaan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan yang buruk. Diharapkan bahwa pusat kesehatan masyarakat akan meningkatkan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan lansia terhadap pengobatan.