Karmila Br Kaban
PUI Palliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya Mujaddil Al Mandhar; Nurul Aulia Nisa; Lola Amelia; Ghina Khamisna; Karmila Br Kaban
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.304

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 50 pasien DM tipe 2 dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang mencakup dukungan emosional, penilaian, instrumental, dan informasional, serta instrumen WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2, yaitu dukungan emosional (p=0.002), penilaian (p=0.000), instrumental (p=0.009), dan informasional (p=0.000). Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi kualitas hidup pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Siwalubanua II Desti Ratna Nasrani Gea; Elvin Agrisnawati Sarumaha; Elektra Cipta Harefa; Dian Herawati Hulu; Dwika Martina Nainggolan; Karmila Br Kaban
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.306

Abstract

Lansia dengan hipertensi harus mengonsumsi obat sesuai resep untuk menghindari konsekuensi yang serius. Salah satu aspek internal yang secara signifikan memengaruhi perilaku kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang adalah pengetahuan. Tujuan utama penelitian ini adalah menilai dan memetakan tingkat pengetahuan peserta dan kepatuhan pengobatan antihipertensi saling berhubungan di kalangan lansia di Desa Siwaluabanua II, wilayah operasional Puskesmas UPTD di Kabupaten Gunungsitoli Idanoi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain korelasi. Tiga puluh responden lansia dengan hipertensi menjadi sampel penelitian. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data satu variabel dan dua variabel. Mayoritas responden adalah perempuan (63.3%), telah menyelesaikan sekolah dasar (40%), dan telah menderita hipertensi selama lebih dari lima tahun (56.7%). Tingkat pengetahuan yang memadai (50%) dan kepatuhan dalam kategori tidak patuh (63.3%) terungkap dari hasil analisis univariat. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Chi-Square, yang menunjukkan nilai p sebesar 0.004 (p < 0.05). Kepatuhan pengobatan pada lansia berkorelasi signifikan dengan tingkat pengetahuan. Penghentian pengobatan sendiri ketika merasa sehat dan kelupaan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan yang buruk. Diharapkan bahwa pusat kesehatan masyarakat akan meningkatkan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan lansia terhadap pengobatan.