Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru PAI dalam pencegahan kekerasan seksual berbasis karakter berdasarkan perspektif Thomas Licona di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menggunakan desain studi kasus, penelitian ini dilakukan di MI Terpadu Lailatul Qodar, Sukoharjo. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan lingkungan sekolah, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala madrasah, guru kelas, serta siswa kelas atas, juga dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mengembangkan moral knowing siswa dengan mengajarkan Batasan aurat, Batasan tubuh, etika bergaul, cara berinteraksi yang baik, serta prosedur pelaporan melalui cara yang sederhana dan sesuai dengan tahapan usia anak. Moral feeling diperkuat dengan penanaman sifat haya’(rasa malu), empati, harga diri, dan rasa tanggung jawab terhadap tubuh sebagai amanah dari Allah. Moral action tercermin dalam sikap siswa dalam menjaga aurat, menolak perilaku yang tidak pantas, melaporkan situasi yang tidak aman, menghindari perundungan dan menjadi teladan bagi teman sebaya. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model integratif pencegahan kekerasan seksual yang menggabungkan kerangka pendidikan karaktyer Thomas Licona dengan nilai nilai islam, budaya sekolah dan kolaborasi orang tua.
Copyrights © 2026