Latar Belakang: Pasien anak memiliki karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik berbeda dari orang dewasa sehingga lebih rentan mengalami drug-related problems (DRPs). Identifikasi DRPs menggunakan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1 diperlukan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat di pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Menggambarkan pola penggunaan obat dan mengidentifikasi DRPs pada pasien anak di UPTD Puskesmas Tanjung Raja berdasarkan ketepatan indikasi, pasien, pemilihan obat, dan dosis. Metode: Penelitian observasional deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder rekam medis pasien anak periode Januari–Desember 2024. Sampel 81 pasien dipilih secara purposive sampling. Analisis mencakup karakteristik pasien, pola penggunaan obat, diagnosis, dan DRPs berdasarkan PCNE versi 9.1. Hasil: Sebanyak 76 pasien (93,8%) menerima obat sistemik dan 5 pasien (6,2%) obat topikal. Sebanyak 26 pasien (32,1%) menerima tiga obat atau lebih. Diagnosis terbanyak ialah infeksi virus dan bakteri yang disertai DRPs. Obat terbanyak adalah paracetamol sirup 120 mg/5 mL pada 49 pasien. Ditemukan 43 kasus DRPs, meliputi pemilihan obat tidak tepat 20 kasus (24,68%), masalah bentuk sediaan 8 kasus (9,87%), dan dispensing 15 kasus (18,51%). Saran: Diperlukan peningkatan kualitas rekam medis, kelengkapan aturan pakai, dan peran aktif tenaga kefarmasian dalam evaluasi terapi. Kata Kunci : Anak, Drug-Related Problems, PCNE V9.1, Puskesmas, Penggunaan Obat.
Copyrights © 2026