Latar Belakang : Temu mangga merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai pengobatan jerawat karena temu mangga terdapat senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan tanin sebagai antibakteri melihat nilai penting ini, maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut khususnya dalam formulasi sediaan krim ekstrak etanol temu mangga. Tujuan: Memformulasikan sediaan krim ekstrak etanol temu mangga (curcumma mangga val) sebagai anti-bakteri propionibacterium acnes. Skrining fitokimia flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan tanin dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak temu mangga. Metode : Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Prodi S1 Farmasi Universitas Aisyiyah Palembang dari bulan Juli sampai Agustus 2025. Pada proses ini dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacteriu acne sediaan krim ekstrak temu mangga dengan berbagai konsentrasi, kontrol positif clindamycin phosphate (clindamysin gel 1%) dan kontrol negatif carboxymethyl cellulose (CMC). Hasil : Hasil uji aktivitas anti bakteri propionibacterium menunjukkan formulasi 1 memiliki zona hambat rata-rata 22,3 mm mendekati kontrol positif (clindamicyn phosphate gel 1%) yang dapat digunakan sebagai anti bakteri propionibacterium. Saran: Perlu dilakukannya uji kembali krim ekstrak etanol temu mangga sebagai antibakteri Propionibacterium acnes untuk mengetahui zona hambat yang lebih optimal. Kata kunci : Curcumma Mangga Val, Formulasi Krim, Jerawat, Propionibacterium Acnes, Uji Aktivitas