Pada tahun ajaran 2022/2023, terjadi pelaksanaan Kurikulum Merdeka di berbagai sekolah di Indonesia. Proses pelaksanaannya di sekolah menghadapi sejumlah tantangan yang menarik untuk diinvestigasi, serta cara sekolah mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT SDN 13 Makale telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam asesmen diagnostik kognitif, pembuatan modul ajar, dan pelaksanaan pembelajaran IPAS. Meskipun belum ada pelaksanaan Praktik Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sekolah telah melakukan kegiatan serupa, yaitu mengurangi sampah plastik. Hambatan yang dihadapi termasuk kurangnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka karena minimnya pelatihan tatap muka. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah aktif mencari informasi melalui web edukasi dan platform digital yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, serta berdiskusi dengan rekan guru yang lebih berpengalaman.
Copyrights © 2026