THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST
Vol 9 No 1 (2026): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist

Hubungan Faktor Risiko dan Efektivitas Kombinasi Minyak Aloe vera dan Ocimum sanctum sebagai Pedikulosida Alami terhadap Pediculus humanus capitis pada Anak Santri di Kabupaten Ciamis

Rahayu Nirmatul Mutmainah (STIKes Muhammadiyah Ciamis)
Anggi Septiana Hanggara (STIKes Muhammadiyah Ciamis)
Najwa Novanna Lestari (STIKes Muhammadiyah Ciamis)
Ary Nurmalasari (STIKes Muhammadiyah Ciamis)
Undang Ruhimat (STIKes Muhammadiyah Ciamis)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2026

Abstract

Pediculosis capitis merupakan penyakit akibat infestasi Pediculus humanus capitis yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak, terutama santri di pondok pesantren. Tingginya kepadatan hunian, interaksi antarsantri, perilaku personal hygiene yang kurang baik, serta penggunaan barang pribadi secara bersama meningkatkan risiko penularan. Selain menyebabkan pruritus, infestasi kutu kepala dapat menimbulkan dermatitis, infeksi sekunder, gangguan tidur, hingga anemia sehingga diperlukan upaya pengendalian yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pengobatan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor risiko dengan kejadian infestasi Pediculus humanus capitis pada santri di Kabupaten Ciamis serta mengevaluasi aktivitas pedikulosida kombinasi minyak lidah buaya (Aloe vera) dan minyak daun kemangi (Ocimum sanctum). Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko melalui kuesioner dan pemeriksaan langsung, serta penelitian eksperimental menggunakan lima kelompok perlakuan, yaitu T1 (1:3), T2 (1:1), T3 (3:1), T4 (kontrol positif), dan T5 (kontrol negatif) dengan lima kali pengulangan. Analisis hubungan faktor risiko menggunakan uji Chi-square, sedangkan data waktu mortalitas dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infestasi sebesar 54,3%. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan infestasi meliputi jenis kelamin, panjang rambut, frekuensi mencuci rambut, penggunaan aksesoris kepala bersama, dan penggunaan alas tidur bersama. Kombinasi minyak lidah buaya dan minyak daun kemangi menunjukkan aktivitas pedikulosida, dengan perlakuan T1 menghasilkan waktu mortalitas tercepat, yaitu 115,0 ± 13,77 detik. Disimpulkan bahwa pengendalian Pediculosis capitis pada santri memerlukan pendekatan terpadu melalui pengendalian faktor risiko dan pemanfaatan kombinasi minyak lidah buaya serta minyak daun kemangi sebagai alternatif pedikulosida alami

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

analisis

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Merupakan media publikasi ilmiah yang memuat berbagai artikel ilmiah hasil tinjauan pustaka, dan hasil penelitian dalam bidang ilmu Patologi Klinik, Hematologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Imunologi, Sitohistoteknologi, Kimia Kesehatan dan Ilmu Teknologi Laboratorium ...