Penelitian menganalisis efektivitas model pembelajaran Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI OTO SMKN 9 Malang pada pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, yang dilatarbelakangi oleh kurangnya ide usaha inovatif akibat metode pembelajaran konvensional. Menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Stephen Kemmis dan Mc Taggart, penelitian terhadap 25 siswa melibatkan empat tahap (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dan mengumpulkan data dari observasi indikator berpikir kritis pada pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: dari rata-rata 52,4 ("Kurang Kritis") pada pra-siklus, menjadi 67,2 ("Mulai Kritis") pada siklus I, dan mencapai 75,2 ("Cukup Kritis") pada siklus II, dengan peningkatan konsisten pada semua indikator seperti analisis argumen, perumusan dan jawaban pertanyaan, penulisan kesimpulan, serta evaluasi. Disimpulkan bahwa Problem Posing efektif dalam meningkatkan berpikir kritis, mendorong partisipasi aktif, dan membentuk pola pikir analitis-solutif yang relevan untuk kewirausahaan, sehingga disarankan bagi guru untuk menerapkan model, sekolah menyediakan pelatihan dan fasilitas, serta peneliti selanjutnya dapat mengkaji variabel lain.
Copyrights © 2026