Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkebhinekaan global anak usia dini melalui penerapan permainan tradisional di TK Islam Al Azhar 22 Semarang. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam mengenal budaya lokal, bekerja sama, serta menunjukkan sikap toleransi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui persentase capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu meningkatkan kemampuan berkebhinekaan global anak secara signifikan. Pada tahap pra siklus, anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 0%, meningkat menjadi 20% pada siklus I, dan mencapai 87% pada siklus II. Anak menunjukkan perkembangan dalam mengenal budaya lokal, berkomunikasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Dengan demikian, permainan tradisional efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran berbasis budaya dalam penguatan dimensi berkebhinekaan global pada anak usia dini.
Copyrights © 2026