Tantangan perkembangan anak usia dini di era digital semakin kompleks, terutama dalam menyelaraskan kemampuan interaksi nyata dengan kematangan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sekaligus pengaruh antara perkembangan sosial terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di PAUD Darul Athfal. Pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan desain kausal korelasional diterapkan dalam penelitian ini. Populasinya adalah seluruh anak di PAUD Darul Athfal yang berjumlah 20 anak, di mana teknik sampling total atau sensus digunakan sehingga seluruh anggota populasi ditetapkan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen observasi terstruktur yang telah teruji validitas itemnya (nilai korelasi item-total berkisar antara 0,835 hingga 0,952) dan terbukti sangat reliabel (nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,970 pada kedua variabel). Teknik analisis data dilakukan berbantuan program SPSS melalui uji non-parametrik korelasi Spearman's rho dan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara sangat kuat antara kedua variabel dengan angka koefisien korelasi () sebesar 0,997 dan tingkat signifikansi kurang dari 0,001 (). Lebih lanjut, uji regresi linear sederhana membuktikan adanya pengaruh nyata dari perkembangan sosial terhadap perkembangan sosial emosional anak dengan nilai mencapai 93,328 () serta menghasilkan model persamaan . Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kematangan sosial anak usia dini bertindak sebagai prediktor kuat yang secara linear menentukan pembentukan kompetensi sosial emosional dan kemampuan regulasi diri mereka di sekolah. Guru dan orang tua disarankan memprioritaskan stimulasi interaksi sosial yang berkualitas untuk mendukung kematangan emosional anak.
Copyrights © 2026