Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, sosial, dan moral yang dapat memengaruhi sikap seksual serta kemampuan mengambil keputusan. Keterbatasan akses terhadap pendidikan seksualitas yang komprehensif dan berbasis informasi ilmiah dapat menyebabkan kesalahpahaman, sikap yang kurang tepat, dan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap seksual remaja sebagai dasar pengembangan pendidikan seksualitas komprehensif yang mengintegrasikan aspek biologis, psikososial, dan moral. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif potong lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan biologis, aspek psikososial, nilai moral, serta sikap terhadap seksualitas dan perilaku seksual berisiko. Penelitian melibatkan kurang dari 100 responden remaja; atau sebanyak 80 responden. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 38,8% responden memiliki pengetahuan tinggi, 43,7% memiliki pengetahuan sedang, dan 17,5% memiliki pengetahuan rendah. Pada variabel sikap, sebanyak 62,5% responden menunjukkan sikap positif terhadap perilaku seksual yang bertanggung jawab, sedangkan 37,5% menunjukkan sikap kurang positif. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara pengetahuan dan sikap terhadap seksualitas yang bertanggung jawab (p < 0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan seksualitas komprehensif tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi juga perlu mengintegrasikan keterampilan psikososial, nilai moral, pengambilan keputusan, komunikasi, dan penghargaan terhadap batasan diri. Pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesehatan.
Copyrights © 2026