Latar Belakang: Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di masyarakat, baik Indonesia maupun Internasional. Sekitar ΒΌ populasi penduduk dunia terinfeksi dan 89% TBC diderita oleh orang dewasa, sisanya 11% anak. Angka kesembuhan kasus TB terkonfirmasi di Pati tahun 2024 sebesar 72,1%, angka keberhasilan pengobatan sebesar 85,7%. Pasien merasa malas melanjutkan proses pengobatannya sampai dinyatakan sembuh, kebanyakan kasus ditemukan penderita TB merasa sembuh setelah minum OAT selama 2 bulan, karena gejala penyakitnya sudah dirasa berkurang. Untuk mewujudkan kepatuhan minum OAT perlu adanya faktor pendukung, salah satunya dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC diPuskesmas Cluwak. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur, mencakup kuesioner dukungan petugas, akses pelayanan kesehatan dan MMAS. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics, menggunakan uji korelasi Spearman (Rho). Hasil: Menunjukan hubungan antara dukungan petugas (p=0,003 koefisien korelasi 0,524) dan akses pelayanan kesehatan (p=0,004 koefisien korelasi 0,513) dengan kepatuhan berobat pada pasien TBC. Hasil keduanya menunjukan arah korelasi positif (searah) dengan kategori kuat.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TBC di Puskesmas Cluwak.
Copyrights © 2026