Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi diakibatkan oleh virus dengue. Gejala DBD yaitu demam naik turun, gusi, mulut, sakit pada ulu hati terus menerus dan memar di kulit. Di Indonesia DBD salah satu masalah kesehatan masyarakat karena penderitanya tiap tahun semakin meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre eksperimen. Sampel penelitian ini berjumal 277 orang responden dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan 15 kuesioner kepedulian dalam pemberantasan (PSN). Analisi data yang dilakukan didapat hasil wilcoxom signed rank test diperoleh asymp. Sig (2-tailed), sebesar 0,002(0<0,050 sehingga H0 ditolah dan H1 dierima. Hasil Penelitian: Sebelum edukasi, responden berkepedulian tinggi sebanyak 152 orang (54,87%), sedang 105 orang (37,91%), dan rendah 20 orang (7,22%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan: kepedulian tinggi naik menjadi 237 orang (85,56%), sedang 30 orang (10,83%), dan rendah turun menjadi 10 orang (3,61%). Uji Wilcoxon menunjukkan \(p=0,001 < 0,05\), berarti terdapat pengaruh signifikan dari edukasi terhadap tingkat kepedulian. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan atara edukasi kesehatan dan tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD di Desa Klepu
Copyrights © 2026