Stres dan gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lansia dan dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta sosial. Perubahan akibat proses penuaan, penyakit kronis, penurunan aktivitas, dan masalah psikososial dapat meningkatkan stres serta berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Jongaya Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat stres dan kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (27,5%) mengalami stres ringan, 38 responden (47,5%) mengalami stres sedang, dan 20 responden (25,0%) mengalami stres berat. Berdasarkan kualitas tidur, sebanyak 29 responden (36,3%) memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 51 responden (63,7%) memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia (p<0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres berkaitan dengan semakin buruknya kualitas tidur lansia. Oleh karena itu, deteksi masalah psikologis dan pengelolaan stres perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan lansia.
Copyrights © 2026