Padukuhan Kadisobo, Kalurahan Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul, memiliki pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih bergantung pada transaksi tunai sehingga rentan terhadap risiko kehilangan uang dan lemahnya pencatatan keuangan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital pelaku UMKM setempat melalui pelatihan dan pendampingan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode pelaksanaan meliputi pendataan kebutuhan UMKM, penyusunan dan penyampaian materi, pendampingan pendaftaran QRIS melalui dompet digital, serta simulasi penggunaan transaksi non-tunai. Kegiatan melibatkan tiga pelaku usaha lokal sebagai mitra binaan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan minat pelaku UMKM terhadap sistem pembayaran digital yang ditandai dengan keberhasilan seluruh mitra mengaktifkan QRIS pada usahanya. Pendekatan partisipatif pada kegiatan pengabdian ini digunakan untuk mendorong rasa percaya diri pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi keuangan berbentuk aplikasi QRIS. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan penggunaan QRIS jika dibandingkan dengan hasil pre-test. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi warga lokal dengan mendorong efisiensi transaksi, keamanan usaha, dan kesiapan sumber daya manusia di UMKM dalam menghadapi digitalisasi ekonomi nasional
Copyrights © 2026