Latar belakang berawal dari pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam mendukung perkembangan remaja. Aktivitas jasmani tidak hanya berfungsi menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berperan dalam menurunkan stres, kecemasan, dan depresi. Namun, perbedaan gender diduga memengaruhi tingkat kebugaran serta respons psikologis terhadap aktivitas fisik, sehingga perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dan kesehatan mental berdasarkan gender terhadap siswa kelas VIII di SMP Negeri 20 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi berjumlah 284 siswa, dengan sampel 98 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, terdiri dari 50 laki-laki dan 48 perempuan. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) untuk mengukur kebugaran jasmani dan kuesioner Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman melalui SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kebugaran jasmani dan kesehatan mental pada siswa laki-laki (r = -0,717) dan perempuan (r = -0,738). Artinya, semakin tinggi kebugaran jasmani, semakin rendah masalah kesehatan mental. Impikkasi temuan pada penelitian ini terlihat dari kuat nya hubungan pada kedua kelompok, sehingga menegaskan bahwa kebugaran jasmani berperan sebagai faktor protektif bagi kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2026