Perkembangan teknologi digital dan globalisasi memengaruhi preferensi budaya Generasi Z sehingga budaya lokal semakin terpinggirkan di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dan bentuk partisipasi Generasi Z dalam pelestarian tradisi membatik berbasis edukasi di Kampoeng Djadhoel Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode kualitatif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas dua informan Generasi Z yang aktif dalam edukasi membatik dan dua informan validasi dari Pokdarwis Kampoeng Djadhoel Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memaknai partisipasi sebagai keterlibatan aktif yang mengandung tanggung jawab generasional, keterikatan emosional, dan kesadaran terhadap keberlanjutan budaya lokal. Pemaknaan tersebut diwujudkan dalam bentuk partisipasi edukatif, digital, sosial, dan manajerial. Partisipasi Generasi Z juga bersifat dinamis karena dipengaruhi oleh pengalaman kenyamanan, keterikatan emosional, kejenuhan, serta keterbatasan waktu. Temuan penelitian memperluas pemahaman mengenai partisipasi Generasi Z dengan menunjukkan bahwa pengalaman subjektif membentuk pemaknaan partisipasi yang kemudian diwujudkan dalam bentuk partisipasi edukatif, digital, sosial, dan manajerial
Copyrights © 2026