Pengangguran terbuka yang didominasi oleh lulusan sekolah menengah merupakan permasalahan struktural yang memerlukan intervensi melalui pelatihan vokasi berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis, kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan mindset kewirausahaan pemuda melalui pelatihan dasar Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Mitra kegiatan adalah remaja Karang Taruna RT 02 RW 07, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi partisipatif dengan tahapan: (1) sosialisasi dan edukasi K3, (2) demonstrasi teknik pengelasan posisi 1G dan 2G, dan (3) praktik langsung (learning by doing) dengan evaluasi weld bead. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman K3 dan keterampilan dasar las. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan kenaikan rata-rata pemahaman teori dan K3 dari 42,5 menjadi 84,0. Secara praktis, 85% peserta berhasil menghasilkan manik las yang memenuhi standar visual dasar tanpa cacat porosity yang berarti. Lebih jauh, kegiatan ini berhasil menstimulasi minat pemuda untuk mendirikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bengkel las. Program ini membuktikan bahwa transfer keterampilan vokasi di tingkat akar rumput efektif sebagai katalisator kemandirian ekonomi pemuda.
Copyrights © 2026