Kemampuan literasi dan numerasi peserta didik kelas 3–6 SD/MI di Dusun Semanding, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, belum berkembang secara optimal. Pembelajaran yang berorientasi pada latihan soal cenderung menimbulkan kejenuhan, sementara pemanfaatan perangkat digital belum diarahkan secara produktif untuk mendukung pembelajaran. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan Banggle Smart Kids, model pendampingan yang mengintegrasikan literasi digital dan numerasi melalui permainan edukatif berbasis konteks kehidupan anak desa. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2025 dengan melibatkan sekitar 70 peserta didik dari UPT SD Negeri Banggle 02 dan MI Miftahul Ulum Banggle 02. Evaluasi pre-test dan post-test dilakukan terhadap 30 peserta yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui tujuh tahap, yaitu identifikasi dan pemetaan, perancangan program, Smart Learning Corner, Digital EduGame, Smart Kids Challenge, evaluasi, dan pembentukan Kader Banggle Smart Kids. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor kemampuan peserta dari 59,5 menjadi 81,2 atau sekitar 36,5%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemecahan masalah. Program menghasilkan Banggle Digital EduGame, modul pendampingan literasi-numerasi, Smart Learning Corner, dan kelompok kader lokal. Kebaruan program terletak pada integrasi literasi digital dan numerasi berbasis konteks lokal melalui game-based learning serta penguatan keberlanjutan melalui kaderisasi. Banggle Smart Kids berpotensi menjadi ekosistem pembelajaran masyarakat yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi secara terukur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026