Kebun lengkeng menjadi daya tarik utama yang membuat Desa Pangkalan Makmur di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, dikenal luas. Pohon-pohon ini bahkan menginspirasi desain motif batik khas desa tersebut. Namun, di balik potensi tersebut, pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan. Banyak sampah organik seperti sisa dapur dan limbah panen lengkeng tidak dimanfaatkan dengan baik, melainkan hanya dibuang atau dibakar. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, warga Desa Pangkalan Makmur akan mempelajari cara membuat kompos. Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan pengelolaan limbah organik serta memperbaiki kondisi lahan pertanian. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pertemuan sosialisasi, diskusi, dan demonstrasi pembuatan kompos. Hasilnya menunjukkan bahwa warga kini memahami jenis-jenis limbah organik, manfaat kompos, serta cara pembuatan dan penggunaannya pada tanaman, khususnya pohon lengkeng di desa tersebut. Warga melakukan pengomposan karena mereka meyakini bahwa kompos dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah tanpa bergantung pada pupuk buatan, yang harganya semakin mahal dan ketersediaannya kian langka. Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan Desa Pangkalan Makmur sebagai desa yang warganya secara rutin mengelola sampah mereka dengan baik.
Copyrights © 2026