AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa gaul, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap komunikasi remaja di Instagram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diambil dari unggahan, caption, dan komentar akun Instagram @mentahan.aesthetic_ melalui observasi, dokumentasi screenshot, dan pencatatan. Analisis data memakai model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan enam bentuk bahasa gaul, yaitu kosakata slang, kata tidak baku atau variasi ejaan, campur kode bahasa Inggris, istilah populer media sosial, singkatan, serta pronomina gaul. Bentuk paling dominan adalah kata tidak baku dan slang. Faktor penyebabnya meliputi perkembangan teknologi, media sosial, lingkungan pergaulan, tren budaya populer, serta kebutuhan ekspresi diri remaja. Dampaknya bersifat positif dan negatif. Positifnya menciptakan komunikasi santai, akrab, dan memperkuat identitas kelompok. Negatifnya menurunkan penggunaan bahasa Indonesia baku dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penggunaan bahasa gaul perlu disesuaikan konteks komunikasi agar tetap efektif dan tepat.
Copyrights © 2026