Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi pengelolaan sampah daun berbasis mobile menggunakan metode Design Thinking. Metode Design Thinking dipilih karena berfokus pada kebutuhan pengguna melalui lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pada tahap empathize, peneliti melakukan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Tahap define dilakukan dengan menganalisis permasalahan menggunakan affinity mapping dan User persona. Tahap ideate menghasilkan rancangan solusi berupa site map dan User flow. Selanjutnya, tahap prototype dilakukan dengan membuat wireframe, mockup, serta implementasi antarmuka aplikasi. Tahap test dilakukan menggunakan pengujian Black Box, pengujian ahli, dan pengujian pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu membantu proses pencatatan setoran sampah daun, verifikasi data, pengelolaan laporan, dan penyampaian informasi secara digital. Hasil pengujian Black Box menunjukkan seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai dengan fungsi yang dirancang. Hasil validasi ahli memperoleh persentase kelayakan sebesar 86,57% yang termasuk dalam kategori Sangat Layak, sedangkan hasil pengujian pengguna memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori Sangat Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi pengelolaan sampah daun berbasis mobile yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pendukung dalam pengelolaan sampah daun serta mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan pelayanan informasi kepada pengguna.
Copyrights © 2026