Kemampuan literasi numerasi menjadi salah satu kompetensi yang mendukung kemampuan siswa dalam menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual. Namun, hasil Asesmen Nasional dan observasi awal di SMP Negeri 3 Dewantara menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa masih tergolong rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam mengonstruksi pengetahuan serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi belum optimal. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa, kajian yang mengintegrasikan model tersebut dengan aplikasi Thunkable dalam pembelajaran matematika masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model PBL berbantuan aplikasi Thunkable terhadap kemampuan literasi numerasi siswa. Implementasi penelitian mengacu pada rancangan Nonequivalent Control Groups Design, yang melibatkan dua kelas VIII SMP Negeri 3 Dewantara, yaitu VIII-1 sebagai kelompok eksperimen dan VIII-2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan literasi numerasi yang telah valid, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, Independent Sample t-test, dan Mann Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas setara (Sig. = 0,394 > 0,05). Setelah perlakuan diberikan, diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,019 (<0,05), yang menunjukkan bahwa model PBL berbantuan aplikasi Thunkable berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi numerasi siswa.
Copyrights © 2026