Penelitian ini mengevaluasi kawasan rehabilitasi Clungup Mangrove Conservation (CMC) menggunakan penginderaan jauh multiskala untuk menilai keberhasilan pemulihan ekosistem. Pemetaan makro (periode 2018 hingga 2026) memadukan citra Sentinel di Google Earth Engine dengan algoritma Random Forest untuk menganalisis tutupan lahan. Selanjutnya, analisis mikro menggunakan citra UAV, OBIA-SVM, dan algoritma YOLOv8 untuk deteksi individu pohon berpresisi tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan luasan mangrove berhasil mencapai keseimbangan dinamis sebesar 72,3 ha. Lebih lanjut, analisis keruangan membuktikan adanya sinergi biofisik, yakni padang lamun efektif meredam energi gelombang laut. Efek peredaman ini krusial untuk menjamin stabilitas tegakan mangrove berkerapatan tinggi (>1500 pohon/ha) di zona intertidal. Pendekatan ini memberikan gambaran spasial yang komprehensif bagi pengelolaan pesisir berkelanjutan.
Copyrights © 2026