Sebrian Mirdeklis Beselly
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Mangrove dan Klasifikasi Spesies dengan Menggunakan Penginderaan Jarak Jauh (Satelit dan UAV) di Kawasan Clungup Mangrove Conservation Lhefiardo Syajidan Taqyuddin; Sebrian Mirdeklis Beselly; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kawasan rehabilitasi Clungup Mangrove Conservation  (CMC) menggunakan penginderaan jauh multiskala untuk menilai keberhasilan pemulihan  ekosistem. Pemetaan makro (periode 2018 hingga 2026) memadukan citra Sentinel di Google  Earth Engine dengan algoritma Random Forest untuk menganalisis tutupan lahan. Selanjutnya,  analisis mikro menggunakan citra UAV, OBIA-SVM, dan algoritma YOLOv8 untuk deteksi  individu pohon berpresisi tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan luasan mangrove berhasil  mencapai keseimbangan dinamis sebesar 72,3 ha. Lebih lanjut, analisis keruangan membuktikan  adanya sinergi biofisik, yakni padang lamun efektif meredam energi gelombang laut. Efek  peredaman ini krusial untuk menjamin stabilitas tegakan mangrove berkerapatan tinggi (>1500  pohon/ha) di zona intertidal. Pendekatan ini memberikan gambaran spasial yang komprehensif  bagi pengelolaan pesisir berkelanjutan.
Studi Potensi Energi Gelombang Laut dan Identifikasi Spasial Lokasi Penempatan Wave Energy Converter (WEC) di Kepulauan Seribu Madeleine Emely Christy; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, masih bergantung pada kabel bawah laut dari  Jakarta untuk pasokan listriknya, sehingga memerlukan alternatif energi terbarukan seperti energi gelombang laut. Penelitian ini menganalisis karakteristik gelombang serta potensi energi dan daya gelombang di perairan Kepulauan Seribu menggunakan pemodelan numerik Delft3D Flexible Mesh, yang dikalibrasi terhadap data pasang surut observasi BMKG Tanjung Priok hingga diperoleh RMSE sebesar 0,063 m. Hasil simulasi Oktober 2025 pada sepuluh  titik tinjau menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) bervariasi antara 0,0006–0,693 m, dengan rata-rata Hs antar lokasi berkisar 0,048–0,210 m, potensi energi gelombang rata-rata 1,76–34,63 J/m², dan daya gelombang rata-rata 4,17–89,08 W/m. Lima lokasi dengan potensi gelombang terbesar adalah Pulau Rengit, Pulau Sepa, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Untung Jawa, dengan potensi terbesar dan paling stabil dimiliki Pulau Rengit (Hs rerata 0,210 m, daya median 57,40 W/m, CoV 1,16), yang direkomendasikan sebagai lokasi paling optimal penempatan Wave Energy Converter (WEC) di Kepulauan Seribu.
Spatial Variation Modeling of Wave Propagation in a Semi-Enclosed Mangrove Coast: a Case Study of Clungup Mangrove Conservation (CMC) South Malang Laode Almay Fi Ahsany Taqwim; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Malang Selatan merupakan teluk semi-tertutup yang terpapar gelombang alun Samudra Hindia namun terlindungi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hidrodinamika, memetakan propagasi gelombang, serta mengevaluasi konektivitas karang-lamun-mangrove dalam meredam energi gelombang guna menyediakan data kuantitatif bagi rehabilitasi mangrove. Metode simulasi numerik 2D terkopel berbasis flexible mesh divalidasi terhadap data lapangan dan diuji melalui lima skenario ekosistem. Hasil validasi menunjukkan keandalan tinggi (RMSE pasang surut = 0,0687 m, R2 = 0,9545; RMSE Hs= 0,0488 - 0,0543 m). Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove masing-masing mereduksi tinggi gelombang signifikan sebesar 41,6–57,5%, 15,0–20,5%, dan 40,0–70,9%, dengan reduksi fluks energi kumulatif mencapai 91,5% saat bekerja sinergis. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi konservasi terpadu berbasis coral-seagrass-mangrove connectivity dibandingkan pendekatan ekosistem tunggal bagi pengelolaan kawasan pesisir.