Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, masih bergantung pada kabel bawah laut dari Jakarta untuk pasokan listriknya, sehingga memerlukan alternatif energi terbarukan seperti energi gelombang laut. Penelitian ini menganalisis karakteristik gelombang serta potensi energi dan daya gelombang di perairan Kepulauan Seribu menggunakan pemodelan numerik Delft3D Flexible Mesh, yang dikalibrasi terhadap data pasang surut observasi BMKG Tanjung Priok hingga diperoleh RMSE sebesar 0,063 m. Hasil simulasi Oktober 2025 pada sepuluh titik tinjau menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) bervariasi antara 0,0006–0,693 m, dengan rata-rata Hs antar lokasi berkisar 0,048–0,210 m, potensi energi gelombang rata-rata 1,76–34,63 J/m², dan daya gelombang rata-rata 4,17–89,08 W/m. Lima lokasi dengan potensi gelombang terbesar adalah Pulau Rengit, Pulau Sepa, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Untung Jawa, dengan potensi terbesar dan paling stabil dimiliki Pulau Rengit (Hs rerata 0,210 m, daya median 57,40 W/m, CoV 1,16), yang direkomendasikan sebagai lokasi paling optimal penempatan Wave Energy Converter (WEC) di Kepulauan Seribu.
Copyrights © 2026