Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Malang Selatan merupakan teluk semi-tertutup yang terpapar gelombang alun Samudra Hindia namun terlindungi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hidrodinamika, memetakan propagasi gelombang, serta mengevaluasi konektivitas karang-lamun-mangrove dalam meredam energi gelombang guna menyediakan data kuantitatif bagi rehabilitasi mangrove. Metode simulasi numerik 2D terkopel berbasis flexible mesh divalidasi terhadap data lapangan dan diuji melalui lima skenario ekosistem. Hasil validasi menunjukkan keandalan tinggi (RMSE pasang surut = 0,0687 m, R2 = 0,9545; RMSE Hs= 0,0488 - 0,0543 m). Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove masing-masing mereduksi tinggi gelombang signifikan sebesar 41,6–57,5%, 15,0–20,5%, dan 40,0–70,9%, dengan reduksi fluks energi kumulatif mencapai 91,5% saat bekerja sinergis. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi konservasi terpadu berbasis coral-seagrass-mangrove connectivity dibandingkan pendekatan ekosistem tunggal bagi pengelolaan kawasan pesisir.
Copyrights © 2026