Wilayah administrasi Pasuruan memiliki topografi beragam sehingga distribusi hujan menunjukkan variasi spasial. Keterbatasan jumlah dan persebaran stasiun hujan menyebabkan representasi spasial hujan rancangan belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) terkalibrasi dan menentukan distribusi spasial hujan rancangan. Kalibrasi GPM dilakukan menggunakan metode Linear Scaling dan dievaluasi berdasarkan NSE, koefisien korelasi (r), dan RSR. Hujan rancangan dihitung menggunakan distribusi GEV maksimum untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Data GPM terkalibrasi menunjukkan kinerja baik dengan nilai NSE 0,85 dan 0,79, nilai r 0,88 dan 0,66, serta nilai RSR 0,39 dan 0,46. Curah hujan rancangan meningkat seiring bertambahnya kala ulang dengan kisaran 47,95–346,58 mm. Dengan demikian, kombinasi data observasi dan GPM mampu meningkatkan representasi spasial hujan rancangan untuk mendukung analisis hidrologi dalam perhitungan debit banjir rencana.
Copyrights © 2026