Bencana banjir berulang di Sub DAS Ngrowo, Kabupaten Tulungagung, memerlukan informasi hidrologi akurat sebagai dasar penentuan hujan dan debit banjir rancangan guna mendukung perencanaan infrastruktur sumber daya air. Keterbatasan data hujan observasi mendorong pemanfaatan data satelit Global Precipitation Measurement (GPM) sebagai sumber data alternatif. Studi ini bertujuan mengevaluasi akurasi data GPM setelah kalibrasi, menghitung hujan rancangan berbagai kala ulang, serta menghasilkan peta spasial hujan rancangan di Sub DAS Ngrowo menggunakan data observasi dan GPM periode 2005–2024. Kalibrasi dilakukan dengan metode Linear Scaling, sedangkan hujan rancangan dihitung menggunakan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) untuk kala ulang 2 hingga 100 tahun. Peta hujan rancangan dibuat menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Kriging, lalu divalidasi menggunakan NSE, RSR, koefisien korelasi, dan kesalahan relatif terhadap peta Kementerian PU. Hasil menunjukkan metode IDW memiliki performa lebih baik dibandingkan Kriging, dengan kesalahan lebih kecil dan pola distribusi lebih representatif.
Copyrights © 2026