Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi, skeptisisme profesional, dan tanggung jawab auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan keahlian auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di Ikatan Akuntan Publik Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probabilitas dengan rumus Slovin sehingga diperoleh minimal 99 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme profesional dan keahlian auditor berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Independensi juga berpengaruh positif namun relatif kecil, sedangkan tanggung jawab auditor berpengaruh negatif. Selain itu, keahlian auditor mampu memoderasi hubungan antara skeptisisme profesional dan kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan secara positif, namun memperlemah hubungan independensi serta tanggung jawab auditor terhadap kemampuan tersebut. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan skeptisisme profesional dan keahlian auditor guna meningkatkan efektivitas pendeteksian kecurangan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan sikap profesional auditor sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas audit secara berkelanjutan dan konsisten dalam berbagai kondisi penugasan audit yang semakin kompleks serta mendukung kepercayaan publik terhadap hasil audit yang dihasilkan oleh auditor independen secara profesional dan objektif tinggi.
Copyrights © 2026