Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Independensi Skeptisisme dan Tanggung Jawab terhadap Kemampuan Mendeteksi Kecurangan Dimoderasi Keahlian Fadlian Rafa Prawira; Hairul Triwarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi, skeptisisme profesional, dan tanggung jawab auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan keahlian auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di Ikatan Akuntan Publik Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probabilitas dengan rumus Slovin sehingga diperoleh minimal 99 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme profesional dan keahlian auditor berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Independensi juga berpengaruh positif namun relatif kecil, sedangkan tanggung jawab auditor berpengaruh negatif. Selain itu, keahlian auditor mampu memoderasi hubungan antara skeptisisme profesional dan kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan secara positif, namun memperlemah hubungan independensi serta tanggung jawab auditor terhadap kemampuan tersebut. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan skeptisisme profesional dan keahlian auditor guna meningkatkan efektivitas pendeteksian kecurangan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan sikap profesional auditor sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas audit secara berkelanjutan dan konsisten dalam berbagai kondisi penugasan audit yang semakin kompleks serta mendukung kepercayaan publik terhadap hasil audit yang dihasilkan oleh auditor independen secara profesional dan objektif tinggi.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Orientasi Politik Pemilih Pemula Pada Pemilu 2024 Maghrifa Kafka Razaqa Kafka; Fadlian Rafa Prawira; Gunawan Santoso; Hana Nurhasanah; Joko Pramono; Siti Barkah; Hadi Haryanto
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan umum adalah proses yang penting dalam sistem demokrasi, dan pemilih pemula memainkan peran kunci dalam menentukan arah politik suatu negara. Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi platform yang sangat populer dan berpengaruh dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap orientasi politik pemilih pemula. penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap orientasi politik pemilih pemula. Pemilih pemula cenderung menggunakan media sosial sebagai sumber informasi politik utama mereka dan sebagai tempat untuk berinteraksi dengan pandangan politik yang sejalan dengan keyakinan mereka. Selain itu, media sosial juga mempengaruhi persepsi pemilih pemula terhadap isu-isu politik dan kandidat.Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh media sosial terhadap orientasi politik pemilih pemula tidak bersifat homogen. Terdapat variasi dalam cara pemilih pemula menggunakan dan merespons informasi politik yang diperoleh dari media sosial. Faktor-faktor seperti kepercayaan terhadap sumber informasi, orientasi politik sebelumnya, dan karakteristik individu dapat mempengaruhi sejauh mana media sosial memengaruhi orientasi politik pemilih pemula.