Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan indikator Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak lima siswa sekolah dasar. Data diperoleh melalui tes berupa enam butir soal HOTS pada materi satuan volume (mililiter) yang disusun berdasarkan indikator berpikir kritis Facione. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis setiap subjek bervariasi. Sebagian besar siswa telah mampu memenuhi indikator interpretasi, analisis, dan inferensi dengan baik, sedangkan indikator evaluasi, eksplanasi, dan terutama regulasi diri belum sepenuhnya muncul pada seluruh subjek. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik mampu memahami informasi, menentukan strategi penyelesaian, mengevaluasi hasil, serta menarik kesimpulan secara logis. Sementara itu, siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang masih mengalami kesulitan dalam memverifikasi prosedur penyelesaian dan melakukan refleksi terhadap jawaban yang diperoleh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pemecahan masalah matematika masih perlu ditingkatkan, khususnya pada aspek evaluasi dan regulasi diri, melalui pembelajaran yang mendorong aktivitas berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2026