Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja, dengan Lingkungan Kerja Fisik sebagai variabel moderasi, pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja bagi produktivitas karyawan serta hasil penelitian terdahulu yang belum konsisten mengenai pengaruh kedua variabel tersebut, dengan Social Exchange Theory sebagai landasan teoritis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 35 karyawan (sampel jenuh) yang diukur menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan metode Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (original sample 0,716; t-statistic 3,762; p 0,000), sedangkan Work-Life Balance berpengaruh positif namun tidak signifikan (t-statistic 1,140; p 0,254). Lingkungan Kerja Fisik tidak terbukti memoderasi baik pengaruh Kepemimpinan Transformasional (t 1,243; p 0,214) maupun Work-Life Balance (t 1,394; p 0,163) terhadap Kepuasan Kerja. Nilai R-Square sebesar 0,903 menunjukkan ketiga variabel eksogen mampu menjelaskan 90,3% variasi Kepuasan Kerja. Perusahaan disarankan mempertahankan dan memperkuat praktik kepemimpinan transformasional serta menjaga kenyamanan lingkungan kerja fisik untuk mendukung kepuasan kerja karyawan.
Copyrights © 2026