Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja biaya dan waktu pada Proyek Perpanjangan dan Perkuatan Barge Loading Conveyor (BLC) menggunakan metode Earned Value Management (EVM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus berdasarkan dokumen addendum, baseline schedule 240 hari kalender, progres fisik aktual, serta simulasi RAB/RAP lapangan. Analisis difokuskan pada cut-off minggu ke-28 tanggal 14 Maret 2026, ketika pekerjaan terhenti sebelum periode libur Idul Fitri dengan progres aktual 66,668% terhadap progres rencana 93,062%. Indikator yang digunakan meliputi PV/BCWS, EV/BCWP, AC/ACWP, SV, CV, SPI, CPI, EAC, dan EAS. Hasil analisis menunjukkan proyek mengalami keterlambatan signifikan dengan SV sebesar Rp -2.494.969.432,- dan SPI sebesar 0,716. Namun, kinerja biaya masih terkendali karena CV bernilai positif sebesar Rp 517.079.357,- dan CPI sebesar 1,089. EAC berbasis indeks cut-off sebesar Rp 8.677.335.693,-, sedangkan EAC berbasis recovery sebesar Rp 8.828.486.891,- atau masih berada di bawah BAC addendum Rp 9.452.936.644,-. Tanpa recovery plan, EAS berdasarkan SPI menunjukkan estimasi penyelesaian 335 hari kalender, sedangkan dengan recovery plan pekerjaan diproyeksikan selesai pada 04 Mei 2026 atau sekitar 247 hari kalender sejak tanggal mulai. Dengan demikian, EVM relevan sebagai alat pengendalian terpadu dan sistem peringatan dini karena mampu membedakan persoalan jadwal dan biaya serta memberikan dasar kuantitatif bagi keputusan proyek.
Copyrights © 2026