Beton massa pada pekerjaan raft foundation bangunan penunjang di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi mengalami kenaikan temperatur tinggi akibat panas hidrasi semen sehingga memerlukan pengendalian suhu untuk mencegah retak termal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan temperatur beton massa dan mengevaluasi kesesuaiannya terhadap kriteria pengendalian suhu yang digunakan pada proyek. Metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dengan memanfaatkan data hasil monitoring temperatur menggunakan thermocouple pada Tahap 1 dan Tahap 2 pekerjaan raft foundation. Sensor ditempatkan pada lapisan atas, tengah, bawah, dan lingkungan, dengan interval pembacaan setiap 2 jam. Analisis dilakukan dengan menentukan suhu puncak, menghitung selisih suhu antar lapisan beton, serta membandingkannya dengan batas suhu inti maksimum 70°C dan batas selisih suhu internal 20 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu puncak tertinggi terjadi pada lapisan tengah sebesar 69,4 C pada Tahap 1 dan 68,4 C pada Tahap 2, sehingga masih berada di bawah batas 70°C. Nilai maksimum ΔT1 dan ΔT2 juga masih di bawah 20 C. Dengan demikian, pelaksanaan mass pondasi pada proyek ini masih memenuhi kriteria pengendalian suhu dan berada dalam kondisi aman.
Copyrights © 2026