Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Komunitas Malang Book Party dalam membangun karakter gemar membaca masyarakat melalui perspektif Teori AGIL Talcott Parsons serta Library and Information Science (LIS), khususnya dalam kaitannya dengan kemitraan antara komunitas literasi dan perpustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Malang Book Party berperan membangun karakter gemar membaca melalui penyelenggaraan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kolaborasi literasi yang bersifat partisipatif. Analisis AGIL menunjukkan bahwa komunitas menjalankan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan nilai secara terpadu dalam mendukung keberlanjutan gerakan literasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa kemitraan melalui program Pusreng (Perpustakaan Bareng) bersama Perpustakaan Malang Creative Center dan Perpustakaan Bank Indonesia Malang memperlihatkan hubungan yang saling melengkapi antara komunitas dan perpustakaan dalam memperluas akses informasi, meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan, serta memperkuat budaya membaca masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa komunitas literasi dapat diposisikan sebagai mitra strategis perpustakaan dalam membangun ekosistem literasi berbasis masyarakat melalui pendekatan community engagement.
Copyrights © 2026