Sistem pendingin kendaraan beroperasi pada lingkungan yang korosif, sehingga menuntut penggunaan inhibitor untuk melindungi komponen berbahan Stainless Steel 304 (SS 304). Penggunaan bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan mendorong perlunya transisi menuju green inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inhibitor korosi organik pada SS 304 dan membandingkan kinerjanya secara komparatif dengan air radiator komersial. Pengujian korosi dilakukan melalui metode polarisasi potentiodinamik menggunakan variasi media uji berupa aquades, air radiator komersial, serta penambahan larutan ekstrak kelor pada konsentrasi 10% hingga 50%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan penurunan laju korosi. Laju korosi terendah dicapai pada konsentrasi 50% sebesar 0,000102 mmpy, turun secara signifikan dibandingkan media aquades murni tanpa inhibitor (0,000839 mmpy). Nilai ini juga terbukti setara dengan performa tiga jenis air radiator komersial yang diuji (0,0001–0,00011 mmpy). Analisis kurva Tafel membuktikan bahwa ekstrak daun kelor bertindak secara dominan sebagai inhibitor anodik, dengan efisiensi perlindungan maksimum mencapai 87,84%. Keberhasilan pembentukan lapisan pasif ini didukung oleh pengamatan mikrografi optik yang memperlihatkan absennya indikasi korosi sumuran (pitting corrosion) pada permukaan material. Secara keseluruhan, ekstrak Moringa oleifera terbukti efektif dan prospektif untuk diaplikasikan sebagai alternatif pelindung korosi yang ramah lingkungan pada sistem pendingin otomotif.
Copyrights © 2026