Rasa percaya diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya sehingga mampu bertindak, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tugas tanpa ketergantungan berlebihan pada orang lain. Rasa percaya diri anak usia dini dapat distimulasi melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan bermain peran, menganalisis peningkatan rasa percaya diri anak usia 4-5 tahun, serta membandingkan hasil penerapan kegiatan bermain peran pada siklus I dan siklus II. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelompok A di RA Siti Fatimah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil observasi prasiklus menunjukkan rata-rata rasa percaya diri anak sebesar 26%, meningkat menjadi 44% pada siklus I, dan 76% pada siklus II, dengan peningkatan sebesar 18% dari prasiklus ke siklus I dan 32% dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan bermain peran efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini kelompok A di RA Siti Fatimah.
Copyrights © 2026