Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KESIAPAN SEKOLAH ANAK KELOMPOK BERMAIN BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN SENTRA Maria Hidayanti
PUBLICITAS Vol 13, No 1 (2019): Publicitas
Publisher : PUBLICITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the kindergarten  of children Playgroup based model of learning centers and how the stimulation that is provided by teachers when learning activities. The research was conducted in the plygroup Bunda Balita class of 15 children. This study uses qualitative research methods are manifold phenomenology. Analysis of data using the model of Miles and Huberman step as for step (1) Reduction data (2) The presentation of data, (3)Drawing conclusion/verification. Data collected by observation, interview and use NST assay to measure the school readiness of children. The resulst of this study showed the playgroup. The stimulation provided by the teacher from the morning until noon through habituation activities, axemplary and stimulation when learning with questioning methods, storytelling, free play and play at the center, singing and practice. This study is find things that can better support the  methods and provides the tools to play a more varied again, the need to enhance the creativity of teachers in creating other types of play activities.    Keywords:Kindergarten, playgroup, learning Center
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL GATRIKAN TERHADAP PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A TK AL-HIDAYAH KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN AJAR 2017 Maria Hidayanti
PUBLICITAS Vol 11, No 1 (2017): PUBLICITAS
Publisher : PUBLICITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan sarana untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu. Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mengunakan gerakan otot-otot besar diantaranya gerakan  non lokomotor, lokomotor dan gerakan manipulatif, menurut Musfiroh (2008:46). Dalam pengumpulan data, digunakan metode eksperimen yang meliputi observasi, wawancara, dan teknik penilaian langsung. Kegiatan penulisan penelitian ini meliputi: menentukan lokasi penelitian, menentukan populasi dan sampel, tehnik pengumpulan data, serta menganalisis data dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Dari penelitian tersebut dapat diambil simpulan bahwa besarnya pengaruh permainan tradisional gatrikan terhadap pengembangan motorik kasar anak TK Al-Hidayah Desa Dawuan Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, diperoleh rxy hitung sebesar 0,725 adalah lebih besar daripada ‘’r’’ tabel, pada taraf signifikansi 5% (0,468) dan pada taraf signifikansi 1% (0,590), dengan demikian Ha diterima berarti ada pengaruh permainan tradisional gatrikan terhadap pengembangan motorik kasar anak, baik pada taraf 5% maupun pada taraf 1%. Kata Kunci :  Permainan Tradisional, Permainan Gatrikan, Motorik Kasar Anak
PENGARUH MOTIVASI GURU TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI PENELITIAM KUANTITATIF DI TK JATI MULYA DESA KERTAJATI KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2018 Maria Hidayanti
PUBLICITAS Vol 12, No 1 (2018): Publicitas
Publisher : PUBLICITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di TK Jati Mulya  Desa Kertajati Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Dalam proses belajar mengajar seorang guru dianjurkan untuk memotivasi anak dalam setiap pembelajaran dengan kegiatan belajar mengajar yang efektif, agar anak lebih bergairah dan termotivasi dalam menjalani proses pembelajaran, serta materi yang disampaikan pun dapat diserap oleh anak dengan baik.  Motivasi guru berperan terhadap perkembangan kecerdasan anak-anak hal ini dikarenakan komunitas utama yang menjadi wilayah tugas guru adalah di dalam kelas untuk memberikan keteladanan,pengalaman serta ilmu pengetahuan kepada anak-anak sehingga seluruh aspek perkembangan anak  dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan 1), untuk mengetahui motivasi guru di Tk Jati Mulya,2), untuk mengetahui efektifitas belajar matematika anak di Tk Jati Mulya,3), untuk mengetahui besaran pengaruh motivasi guru terhadap efektifitas pembelajaran matematika anak di Tk Jati Mulya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, pengumpulan data yang penulis gunakan melalui angket dan test, selanjutnya diolah dengan statistik menggunakan teknik produk moment, bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi guru terhadap efektivitas belajar matematika anak di TK Jati Mulya Desa Kertajati  Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun Ajar 2016/2017. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan adanya pengaruh motivasi guru terhadap efektivitas belajar matematika anak di TK Jati Mulya  Desa Kertajati Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Hal ini berdasarkan dengan diperolehnya rxyhitung sebesar 0,903 adalah lebih besar daripada rtabel, baik pada taraf 1 %  sebesar 0,288 maupun pada taraf 5% sebesar 0,372 yang artinya ada pengaruh motivasi guru terhadap efektivitas pembelajaran matematika anak.  Kata Kunci. Motivasi guru dan efektivitas belajar matematika anak
PELATIHAN KETERAMPILAN BABY SPA BAGI IBU-IBU MUDA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI Maria Hidayanti; Lita Lita; Mohamad Gilar Jatisunda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.826 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i3.1325

Abstract

Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen besar pada tataran global dan nasional untuk kesejahteraan anak, termasuk komitmen untuk mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Kondisi kesejahteraan anak saat ini adalah penanda penting bagi kemajuan Indonesia dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Proses tumbuh kembang sangat terkait dengan faktor kesehatan, dengan kata lain hanya pada anak yang sehat dapat diharapkan terjadi proses tumbuh kembang yang optimal. Meskipun proses tumbuh kembang anak berlangsung secara alamiah, proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua. Anak yang sehat, cerdas, berpenampilan menarik, dan berakhlak mulia merupakan dambaan setiap orang tua. Agar dapat mencapai hal tersebut terdapat berbagai kriteria yang harus terpenuhi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya adalah faktor keturunan atau genetika. Namun, selain faktor keturunan masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi kualitas seorang anak. Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Berdasarkan data setelah dilakukan peserta pelatihan yakni ibu-ibu muda yang mempunyai bayi 0-3 tahun dapat memiliki pemahaman dan keterampilan Teknik baby spa dan mampu diberdayakan untuk pemantauan tumbuh kembang bayi dan pemenuhan psikologi bayi, melalui pelatihan stimulasi yang baik dan benar
The Kindergarten Readiness of Children Playgroup Based on Model of Learning Center Maria Hidayanti
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 2, No 2 (2019): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, May
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v2i2.299

Abstract

This study aims to determine the kindergarten  of children Playgroup based on model of learning centers and how the stimulation that is provided by teachers when learning activities. The research was conducted in the plygroup Bunda Balita class of 15 children. This study uses qualitative research methods are manifold phenomenology. Analysis of data using the model of Miles and Huberman step as for step (1) Reduction data (2) The presentation of data, (3) Drawing conclusion/verification. Data collected by observation, interview and use NST assay to measure the school readiness of children. The resulst of this study showed the playgroup. The stimulation provided by the teacher from the morning until noon through habituation activities, axemplary and stimulation when learning with questioning methods, storytelling, free play and play at the center, singing and practice. This study is find things that can better support the  methods and provides the tools to play a more varied again, the need to enhance the creativity of teachers in creating other types of play activities
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Neni Sri Nurhayani; Maria Hidayanti; Syafa'atun Nahriyah
Al-Mau'izhoh Vol 3, No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v3i1.3281

Abstract

Salah satu unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Penggunaan media permainan dapat membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar. Namun, pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum memanfaatkan media yang menarik dan masih memakai metode konvensional.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Media Permainan Ular Tangga, kemudian mengetahui Minat Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengetahui besar pengaruh penggunaan Media Permainan Ular Tangga terhadap Minat Belajar siswa kelas III pada pembelajaran PAI di SDN Cicurug I Majalengka.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Sampel yang diambil adalah sebanyak 41 siswa menggunakan rumus Suharsimi Arikunto. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana untuk mengetahui besaran pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Pengolahan data menggunakan bantuan Microsoft Excel dan SPSS.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh Penggunaan Media Permainan Ular Tangga terhadap Minat Belajar siswa sebesar 70,7%. Hal ini terbukti dari perolehan skor angket yang tinggi dimana mayoritas siswa menjawab sangat setuju pada pernyataan Media Permaianan Ular Tangga dan Minat Belajar. Kemudian untuk uji hipotesis diperoleh hasil thitung > ttabel yaitu 9,073 > 2,022. Maka, Ha diterima dan H0 ditolak.
PENTINGNYA PARENTING STYLE OLEH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Maria Hidayanti
Al-Akhbar Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter anak dilakukan sejak anak usia dini. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam proses pendidikan karakter anak. Pola asih orang tua menjadi salah satu factor utama dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Pola asuh orang tua terdiri dari tiga jenis, yaitu pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan pola asuh demokratis. Anak yang dididik dengan menggunakan pola asuh permisif, akan menjadi anak menjadi sifat keras kepala, berpegang teguh pada pendapatnya dan terkesan tidak peduli orang lain. Pola asuh otoriter membentuk anak menjadi anak yang mempunyai karakter cenderung tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri, selalu butuh bantuan dan tidak mandiri. Sedangkan pola asuh demokratis membentuk anak menjadi mandiri, dan bisa mengontrol dirinya sendiri, mempunyai percaya diri yang tinggi, bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungannya, mampu mengatasi permasalahan yang dia miliki, tertarik dengan hal yang baru, kooperatif dengan orang yang lebih tua usianya, menjadi anak yang patuh dan menuruti perintah orang tua, dan mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Namun yang terjadi di masyarakat adalah orang tua tidak hanya menggunakan satu pola asuh dalam mendidik anak-anaknya
Penanaman Nilai-nilai Spiritual Anak Usia Dini di Era Revolusi Industri 4.0 Maria Hidayanti
Al-Akhbar Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat pada spiritualitas anak-anak telah meningkat dalam dekade terakhir. Sehingga diperlukan metode-metode menyampaikan nilai-nilai spiritual tersebut sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangaan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian kepala sekolah, guru dan orangtua RA Miftahul Huda Jatipamor. Hasil penelitian ini beradsarkan observasi dan wawancara penggiunaan metode Bercerita, Demonstrasi, Pembiasaan, dan Praktek Langsung memberikan dampak baik bagi penanaman nilai-nilai spititual anak PAUD
The Role of Parents in Forming Children's Independence Maria Hidayanti; Lita Lita; Mubiar Agustin
Journal of Education For Sustainable Innovation Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jesi.v1i1.478

Abstract

Independence is an essential aspect that needs to be instilled in children. Independence becomes a desired goal for every parent, especially as their children enter the school phase. Therefore, parents should provide opportunities for their children to grow and develop, enabling them to cultivate independence effectively. This research aims to investigate the role of parents in shaping children's independence. The study employs a qualitative descriptive method, with the subjects consisting of five children attending RA Siti Khodijah Majalengka. The research was conducted in February 2023. Data were collected through interview, observation, and documentation techniques. The research findings highlight the crucial role of parents in fostering children's independence. Parents must provide opportunities and room for their children to continuously learn about independence, while also consistently motivating and reminding students to be self-reliant, avoid dependency on others, and be capable of self-direction in the future. Throughout the process of cultivating independence, parental consistency and patience are vital, encompassing every phase and aspect of developing independence in children aged 5-6 years at RA Siti Khodijah Majalengka. The implementation of stimulation through habitual practices in shaping the independence of 5-6-year-old children at RA Siti Khodijah Majalengka is carried out through several school programs or activities, and this can be extended to the home environment or wherever the child is situated, specifically through life skills. Notably, activities conducted at school have a significant impact on fostering independence in children. Children are consistently provided with motivation, stimuli, and positive habits, repeated on a regular basis within the school setting.